Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 23, 2013

Egypt Massacre

Syuhada bagi mereka, nafas-nafas yang berakhir dijalanNya..
Dengan senyuman meninggalkan dunia..
Syuhada.. Meninggal memperjuangkan hak-haknya..
Bahagia bertemu dengan Rabb-nya, dan kini hidup disisiNya.

 

Ketika kita tersenyum pagi ini, saudara2 kita di mesir juga tersenyum. Namun sebagian tersenyum sudah dalam keadaan tak bernyawa, para syuhada #Egyptmassacre. Kerusuhan kembali terjadi. Antara militer mesir dibawah As-Sisi dengan warga sipil pro Morsi dan ikhwanul muslimin. Ketika pembubaran aksi damai menolak kudeta di Rabaa.

Militer yg seharusnya menjadi pelindung dan menjaga keamanan, justru dipersenjatai lengkap untuk melawan warga sipil. Senjata yg dibeli dengan uang rakyat justru digunakan untuk membunuh rakyatnya sendiri. Senjata mesin, tank, buldozer semua diarahkan pada mereka. 


Senin, Agustus 19, 2013

NGO Hellen Keller International untuk Indonesia

Optimisme adalah kepercayaan yang akan membawa kita pada suatu prestasi. Hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa adanya harapan dan keyakinan.. -Helen Keller-

 

Upaya-upaya pencegahan kebutaan di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1967 ketika kebutaan dinyatakan sebagai bencana nasional. Hingga kemudian pada awal tahun 1970-an, sejalan dengan visi Indonesia mewujudkan Mata Sehat 2020, Indonesia bekerja sama dengan Helen Keller International (HKI) untuk membantu dalam hal pencegahan kebutaan. HELEN Keller International (HKI) adalah salah satu non government organization (NGO) atau LSM internasional tertua di dunia. LSM ini didirikan pada tahun 1915 oleh Helen Keller dan George Kessler, dan saat ini HKI telah hadir di 13 negara di Afrika, 8 di Asia Pasifik, dan di Amerika Serikat. HKI memiliki misi untuk mencegah kebutaan dan mengurangi kekurangan gizi di dunia. Sedangkan visi HKI adalah mendambakan dunia dimana tidak ada lagi penderita kebutaan atau rabun, tidak ada lagi penderita kekurangan gizi dan meminimalisir penderita kehilangan usia produktif dan kematian dini.

Selasa, Mei 01, 2012

Kebijakan BBM: Keberpihakan Pemerintah dan Pembangkangan Koalisi


Awal tahun 2012 ini, rakyat Indonesia sempat dibuat cemas oleh wacana kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dimana kenaikan yang ditetapkan mencapai 30% dan pada  rencananya akan diberlakukan oleh pemerinah mulai tanggal 1 april 2012. Ditengah  hingar bingar kasus korupsi yang sedang marak-maraknya di kalangan pejabat pemerintah, ditengah berbagai rencana anggaran pengadaan barang fiktif di dalam DPR dengan angka fantastis, dan rencana renovasi yang akan dilaksanakan dalam gedung DPR yang mencapai triliunan, wacana naiknya harga BBM ini tentu saja membuat rakyat Indonesia cukup sakit untuk mengetahui kenyataan dan merasakan bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah sangat kurang berpihak pada mereka. Bayangkan saja apabila kenaikan BBM benar-benar diberlakukan, dari 4500 menjadi 6000 rupiah per liternya tentu saja akan berpengaruh pada harga-harga kebutuhan pokok menjadi ikut naik. Selain itu juga akan menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Kondisi seperti ini akan semakin mencekik dan menyengsarakan rakyat terutama ekonomi menengah kebawah.

Senin, Juli 18, 2011

Fenomena Birokrasi di Indonesia

Saat ini fenomena birokrasi di Indonesia masih sangat buruk. Seperti yang sudah-sudah, yang terjadi dalam birokrasi adalah kurang baiknya mutu pelayanan (pelayanan yang berbelit-belit dan membosankan kepada masyarakat), belum efisien dalam pelayanan, belum berorientasi terhadap masyarakat. Adanya budaya sungkan, takut terhadap atasan, dan ABS (Asal Bapak Senang). Pemerintah banyak mempolitisasi semuanya, tak ada perkembangan menuju kearah yang lebih baik, justru lebih banyak terjadi money pilitik. Hadirnya partai politik dalam sistem pemerintahan berpengaruh pada sistem birokrasi pemerintah, yang kemudian menyebabkan susunan birokrasi pemerintah bukan hanya diisi oleh para birokrat karier tetapi juga pejabat politik. Dominasi kepemimpinan pejabat politik atas birokrasi menjadikan mesin birokrasi menjadi sedemikian berat menjalankan fungsinya, birokrasi menghadapi kendala profesionalitas dan dimanfaatkan para politisi demi kepentingan sesaat, dengan mengorbankan kepentingan yang lebih besar, menjunjung kepentingan golongan diatas kepentingan masyarakat.

Minggu, Juli 17, 2011

Sosialisasi Pendidikan di Daerah Tertinggal

  
 Yang menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat pendidikan di pedesaan adalah kurangnya sosialisasi, baik dari pemerintah maupun masyarakat sekitar tentang pentingnya mengenyam pendidikan. Menurut Soejono Soekanto dalam bukunya Sosiologi Sebagai Suatu Pengantar menjelaskan bahwa sosialisasi adalah suatu proses dimana menempatkan anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di tempat ia menjadi anggota. Sosialisasi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hokum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat.